Sunday, September 15, 2013

Download Skripsi Perbankan Pdf(Asian Banking Finance and Informatics Institut)

Download Skripsi Perbankan Pdf(Asian Banking Finance and Informatics Institut)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Balanced Scorecard sebagai tolak ukur pengukuran kinerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Lampung (RSUD Jendral Ahmad Yani). Untuk dapat mengukur kinerja pada pada rumah sakit, diperlukan suatu tolak ukur yang tidak hanya bertumpu pada kinerja aspek keuangan, tetapi juga non keuangan. Balance Scorecard merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur secara seimbang aspek keuangan dan non keuangan, melalui 4 perspektif yaitu : keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang bertujuan melihat kinerja RSUD Jendral Ahmad Yani pada kurun waktu 2006-2007. Untuk data primer, dilakukan wawancara kepada pegawai rumah sakit. Data sekunder diambil dari laporan keuangan dan protap rumah sakit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja pada perspektif keuangan , belum dapat diukur dengan baik dan sempurna, Rumah sakit masih menggunakan pencatatan cash basis accounting, sehingga peneliti tidak dapat melakukan analisa rasio-rasio keuangan yang dinilai melalui instrument laporan keuangan dari laporan laba rugi.

Kinerja pada perspektif Pelanggan secara umum sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, Hal ini dapat dilihat dari pemberian kebijakan-kebijakan tertentu pada pasien miskin atau tidak mampu, dengan penggunan kartu ASKIN untuk melakukan pengobatan dan penggunaan ASKES untuk PNS. Pada perspektif proses bisnis internal diperoleh gambaran bahwa RSUD Ahmad Yani Kota Metro selalu berusaha untuk menangkap kemauan pasar melalui inovasi-inovasi yang akan dan sedang dijalankan. Beberapa indikator telah menunjukkan kinerja yang baik , untuk kinerja yang belum maksimal pihak rumah sakit harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan, agar dalam menangani pasien dapat lebih efektif dan efisien.Tahun mendatang rumah sakit merencanakan adanya produk unggulan yaitu sedang dipersiapkannya klinik fertilitas atau kesuburan. Penanganan komplain pasien walaupun belum tercatat dengan baik, namun sebenarnya pihak manajemen rumah sakit telah melalukan kebijakan yang baik, Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran , secara keseluruhan dapa dilakukan dengan baik, terlihat dari retensi karyawan yang tinggi dilihat dari Labour Turn Over rendah. Untuk absensi karyawan,terlihat sudah dijalankan dengan baik karena umumnya disiplin pegawai yang sudah cukup tinggi. Sedangkan pelatihan dan pendidikan lanjutan yang dijalankan oleh pihak RSUD Ahmad Yani Kota Metro telah dilakukan dengan baik. Pengukuran empat perspektif tersebut secara umum akan memberikan kemajuan bagi RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro.

OLEH: ALDILA YUGHA ANDRANIK

Silahkan Download Skripsi Perbankan Pdf(Asian Banking Finance and Informatics Institut) dilink berikut PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENGUKURAN KINERJA (PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JENDERAL AHMAD YANI KOTA METRO LAMPUNG)

Download Skripsi Perbankan Gratis(Perbandingan Model CAPM Dengan APT

Download Skripsi Perbankan Gratis(Perbandingan Model CAPM Dengan APT

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model CAPM dan model APTdalam memprediksi imbalan saham industri pertambangan di Bursa Efek Indonesia.

Data yang digunakan adalah harga saham penutupan, capital gain dan dividen yield padatahun 2005-2007, IHSG, inflasi bulanan, tingkat suku bunga BI rate bulanan, dan nilaitukar rupiah terhadap dollar Amerika. Penelitian ini mengambil populasi padaperusahaan-perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitianini menggunakan data sekunder dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSSversi 13.0 dengan level signifikansi yang ditetapkan (α) sebesar 5%. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa pada model CAPM, nilai adjusted R2 berkisar antara 6.7% hingga33.9%. Untuk F-test, faktor premi pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap imbalan saham hanya pada perusahaan PTBA, karena nilai risiko keputusan > level signifikansi 5%. Sedangkan pada model APT, faktor makroekonomi tidak dapat menjelaskan imbalan saham perusahaan. Hal ini terlihat dari nilai adjusted R2 terbesar yang hanya sebesar 17.4%. Dari hasil t-test, hanya perubahan nilai tukar yang merupakan faktor yang signifikan dalam memprediksi imbalan saham ANTM dan APEX. Hal ini terlihat dari nilai risiko keputusan yang lebih kecil dari level signifikansinya. Dari hasil uji perbandingan diperoleh hasil bahwa selisih rata-rata F-test untuk model CAPM lebih baik sebesar 6.6623 dibandingkan model APT. Dan selisih rata-rata adjusted R2 untuk model CAPM lebih baik sebesar 0.1141. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model CAPM lebih baik daripada model APT dalam memprediksi imbalan saham perusahaan pertambangan.

Oleh M. IMAM MUSLIH

Download Skripsi Perbankan Gratis(Pengetahuan Konsumen Mengenai Perbankan Syariah)

Download Skripsi Perbankan Gratis(Pengetahuan Konsumen Mengenai Perbankan Syariah)

Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk/jasa yang meliputi pengetahuan atribut, manfaat, dan nilai kepuasan produk. Pengetahuan konsumen juga merupakan salah satu faktor dalam unsur psikologis yang mempengaruhi keputusan konsumen.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah dan keputusan menjadi nasabah, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengetahuan konsumen terhadap keputusan menjadi nasabah, dan untuk mengetahui jenis pengetahuan konsumen yang paling menentukan keputusan menjadi nasabah. Ditinjau dari tujuannya, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan verifikatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif.

Penelitian dilakukan menggunakan teknik survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 nasabah dana pihak ketiga dengan metode simple ramdom sampling,  kemudian dilakukan uji validitas dan realibilitas terhadap data yang diperoleh.

Mengacu pada hasil pengolahan dan analisis data, penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan konsumen cenderung kurang baik pada item atribut produk, dan baik pada item manfaat serta nilai kepuasan produk karena mayoritas responden menjawab kurang mengetahui dan mengetahui terhadap variable yang diteliti. Selain itu, berdasarkan output regresi multiple, hasil koefisien determinasi membuktikan terdapat pengaruh sebesar 36,3% antara variable X terhadap variabel Y, kemudian melalui perhitungan koefisien regresi parsial dapat ditelusuri jenis pengetahuan yang paling berkontribusi terhadap keputusan menjadi nasabah berturut-turut yaitu pengetahuan manfaat dan nilai kepuasan produk.

Oleh :Fenty Rismayanti

Download Skripsi Pendidikan Luar Biasa(Penerapan Senam Bibir)

Download Skripsi Pendidikan Luar Biasa(Penerapan Senam Bibir)

PENERAPAN SENAM BIBIR TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUCAPKAN HURUF VOKAL O SISWA TUNARUNGU SDLB SLB PUTRA 45 CILEUNYI 
Anak Tuna rungu pada dasarnya memiliki kesulitan berkomunikasi secara verbal, akan tetapi bilaanak tuna rungu mendapatkan pelayanandan latihan yang tepat secara konsisten dan sistematis, maka kesulitan dalam berkomunikasi lebih tertangani. Tidak semua anak tuna rungu memakai alat bantu dengar (ABD) dan kemampuan mendengar dengan alat bantu dengar (ABD) sendiri berbeda tergantung dari tingkat gangguan pendengaran dan latihan artikulasi yang di dapatkannya. Latihan artikulasi sangat memeberikan banyak manfaat terhadap siswa tuna rungu dan diharapkan setiap siswa tuna rungu mendapatkan latihan artikulasi secara konsisten dan sistematis. Metode yang digunakan dalam pembelajaran atau latihan gerak organ bicara menggunakan latihanvokal, latihan pernafasan, latihan senam mulut, dan salah satu bagian dari latihan senam mulut adalah yang dinamakan latihan gerak bibir (Lip Training). Senam bibir dalam hal ini untuk meningkatkan pengucapan huruf vokal O karena banyak melatih gerak bibir dan kelenturan organ bicara lainnya. Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Eksperimen dengan menggunakan rancangan SSR (Single Subject Research), dengan desain A-B-A. Penelitian yang telah dilakukan, makan didapat hasil penelitian bahwa terjadi peningkatan dalam kemampuan mengucapkan huruf vokal O, terhadap subject diperoleh Baseline pertama (A-1) 3,3 % , interfensi yaitu 66,66% dan Baseline kedua (A-2) yaitu 91,66%. Bedasarkan data tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan yang dapat dilihat pada hasil Baseline kedua setelah di berikannya intervensi terdapat peningkatan yang signifikan dari hasil Baseline pertama. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa senam bibir dapat meningkatkan kemampuan siswa tuna rungu dalam mengucapkan huruf vokal O dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi berbagai pihak dalam memberikan latihan artikulasi kepada siswa tuna rungu.


Daftar Isi : Download
Bab 1 : Download
Bab 2 : Download
Bab 3 : Download
Bab 4 : Download
Bab 5 : Download
Daftar Pustaka : Download


Download Skripsi Kesehatan Gratis(Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Perawat)

Download Skripsi Kesehatan Gratis(Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Perawat)

Kewaspadaan Universal merupakan upaya pengendalian infeksi yang harus diterapkan dalam pelayanan kepada semua pasien, setiap waktu untuk mengurangi resiko infeksi yang di tularkan melalui darah. Dalam pengendalian infeksi penerapan KU merupakan hal yang sangat mendasar dalam asuhan keperawatan bagi setiap orang tanpa memandang status infeksinya. KU harus merupakan kegiatan rutin, perlu dilakukan penyediaan bahan dan alat yang cukup, pengawasan serta pemantauan untuk memastikan penerapan KU tersebut.

Setiap perawat secara pribadi harus menjaga hygiene perorang, selalu mencuci tangan dengan benar sebelum dan setelah melakukan tindakan. Selain itu perluh diperhatikan peralatan kesehatan telah melalui proses dekontaminasi, pencucian dan disinfeksi dengan baik dan benar. Limbah di pilih dan dikelolah sesuai peraturan, hindari kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya, cuci tangan segerah setelah menangani pasien dan benda yang tercemar. Semua perawat atau tim medis harus memahami dan menerapkan KU bagi semua pasien. Setiap saat dan dimana saja tanpa memandang status infeksi pasien (Nasronudin, 2007)

Rumah sakit Dr. Wahidin sudirohusodo Makassar merupakan Rumah sakit pusat rujukan yang mempunyai misi “menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna, berkualitas dan terjangkau” dan merupakan Rumah sakit pendidikan type A, Oleh karena rumah sakit Dr.WS merupakan pusat rujukan maka rumah sakit Dr.WS telah meningatkan kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit infeksi menular. sehingga pada tahun 2007 Direktur rumah sakit DR. Wahidin Sudirohusodo telah membentuk Tim pengendali penyakit infeksi,untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial baik terhadap pasien maupun kepada petugas kesehatan. Di IRD rumah sakit Dr. wahidin sudirohusodo Makassar ini pun tenaga perawat merupakan tenaga terbanyak di antara tenaga kesehatan lainya,yaitu berjumlah 54 orang. Sehubungan dengan semakian banyaknya penyakt infeksi saat ini, maka pencegahan penularan ke tenaga perawat melalui penerapan standar pencegahan umum sangatlah penting.

Rumah sakit di Indonesia belum semua mempunyai prosedur tetap (protap) khusus tentang kewaspadaan universal, termasuk RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, walaupun sejak tahun 2007 telah terbentuk tim pengendali penyakit infeksi (PPI) tetapi sampai saat ini belum ada prosedur tetap khusus tentang kewaspadaan universal di tiap-tiap ruangan. Yang menjadi pedoman bagi perawat dalam menerapkan tindakan kewaspadaan universal.


Password: hzYbFQnH

Download Contoh Skripsi Kesehatan Gratis(Faktor-Faktor Kinerja Perawat)

Download Contoh Skripsi Kesehatan Gratis(Faktor-Faktor Kinerja Perawat)

Berbicara kinerja perawat berarti kita berbicara mengenai sumber daya manusia yang sudah terampil, handal dan profesional. Oleh karena itu, keterampilan, kehandalan, dan keprofesionalan kerja dari seorang perawat akan mampu menciptakan iklim kinerja rumah sakit yang lebih baik didukung manajemen rumah sakit itu sendiri serta unsur-unsur manajerial yang melingkupinya. (Soeroso, 2003)

Keberadaan rumah sakit yang memiliki manajemen dan pelayanan yang baik mulai menjadi pembicaraan di masyarakat, oleh karena pelayanan yang diberikan tidak memuaskan dari para penyelenggara pelayanan kesehatan, seperti adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan, tempat dan tarif yang tinggi. Dari ketiga hal tersebut, aspek pelayananlah yang paling banyak disoroti oleh masyarakat sebagai sesuatu hal yang mendasar bagi para konsumen.

Hasil survey peneliti pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare terhadap kinerja perawat ditinjau dari aspek kedisiplinan masih banyak perawat yang belum dapat mentaati peraturan yang berlaku dalam institusi rumah sakit, seperti pelanggaran terhadap jadwal kerja, datang dan pulang tidak pada waktu yang telah ditentukan. Demikian pula dari hal fasilitas kerja yang kurang memadai, sebagai contoh alat untuk melakukan perawatan luka amat terbatas sehingga satu alat digunakan untuk beberapa pasien. Dalam hal kepemimpinan, kurangnya kemampuan manajerial terutama perencanaan dan reward yang diberikan oleh pemimpin membuat perawat merasa tidak diperhatikan dan bekerja hanya sebagai rutinitas.

Kinerja kurang juga dapat disebabkan karena adanya unsur dari luar diri tenaga perawat yang mempengaruhi psikologis sehingga menurunkan semangat kerja. Aspek yang berasal dari luar ini mencakup hubungan interpersonal dengan teman sejawat di tempat kerja, adanya konflik internal keorganisasiaan rumah sakit, kurangnya aspek motorik dari rumah sakit dalam rangka pemberian motivasi kepada tenaga perawat sehingga dapat melaksanakan tindakan asuhan keperawatan yang lebih berkualitas dan menjawab tuntutan masyarakat akan kebutuhan pelayanan. (Soeroso, 2003)

Untuk itu, maka peneliti tertarik untuk meneliti “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Parepare”, dengan tujuan ingin menggali lebih dalam hal tersebut sehingga akan diperoleh input yang kelak akan membantu peningkatan mutu pelayanan rumah sakit, terutama pada peningkatan kinerja perawat yang terdapat di lingkup RSUD Andi Makkasau Parepare.


Password: OGeLgWVv


Thursday, September 12, 2013

Download Contoh Skripsi Pajak Terlengkap(Efektivitas Penagihan Pajak)

Download Contoh Skripsi Pajak Terlengkap(Efektivitas Penagihan Pajak)

Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945, bertujuan mewujudkan tata kehidupan negara dan bangsa yang adil dan sejahtera, aman, tenteram, dan tertib, serta menjamin kedudukan hukum yang sama bagi warga masyarakat. Untuk mencapai tujuan dimaksud, pembangunan nasional yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan serta merata di seluruh tanah air memerlukan biaya besar yang harus digali terutama dari sumber kemampuan sendiri.Dalam rangka kemandirian, pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan makin dominannya penerimaan pajak dalam RAPBN maupun APBN Indonesia beberapa tahun terakhir. Penerimaan dari sektor perpajakan merupakan penerimaan terpenting dalam anggaran pendapatan dan belanja. Dalam data pokok APBN 2005-2011 (www.hitungpajak.Wordpress.com),untuk tahun 2011 dari target penerimaan negara sebesar 1.086 triliun, 878.7 triliun berasal dari target penerimaan perpajakan. Hal ini berarti penerimaan perpajakan berkontribusi sekitar 77% penerimaan negara. Pada tahun 2012 Penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp1.019,3 triliun, naik sekitar 16% dibandingkan dengan target Perubahan 2011 sebesar Rp 878,7 triliun. Pada tahun 2011,September realisasi penerimaan perpajakan baru mencapai 62% dari target 878,7 triliun atau sekitar 544,8 triliun.Kondisi penerimaan 2011 yang baru mencapai 62% dan target penerimaan yang cukup tinggi di 2012 menjadi salah satu faktor dilaksanakannya Sensus Penduduk Nasional di 2011 dan berakhir di tahun 2012. Diharapkan hasil dari Sensus Pajak Nasional ini mampu menggenjot tidak hanya jumlah wajib pajak tetapi juga mampu meningkatkan jumlah penerimaan perpajakan.