Showing posts with label Skripsi Biologi. Show all posts
Showing posts with label Skripsi Biologi. Show all posts

Monday, September 2, 2013

Download Skripsi Biologi Gratis (Mikrohabitat dan Relung Ekologi Hama)

Download Skripsi Biologi Gratis (Mikrohabitat dan Relung Ekologi Hama)

Serangga hama walang sangit dan belalang yang makan tanaman padi hanya makan pada bagian tertentu serta mendiami tempat yang paling sesuai bagi pemenuhan persyaratan hidupnya. Populasi berbagai jenis serangga dengan keperluan sumber daya yang sama, tidak dapat berkoeksistensi dengan keperluan sumber daya yang menyebabkan terjadinya pemisahan relung ekologi. Permasalahan yang dapat dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemisahan mikrohabitat dan relung ekologi serangga serta bagaimanakah perkembangan hama walang sangit dan belalang pada tanaman padi selama fase vegetatif dan fase generatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemisahan mikrohabitat dan relung ekologi serangga serta mengetahui perkembangan populasi hama walang sangit dan belalang dalam fase vegetatif dan fase generatif pada tanaman padi.

Penelitian dilaksanakan di lahan sawah perumahan Sri Gading desa Sekaran seluas 5 m x 6 m Kecamatan Gunung Pati, Kodya Semarang pada bulan Juni-Juli 2005. Populasi dalam penelitian ini adalah hama walang sangit dan belalang pada area tanaman padi, dan sampelnya adalah hama walang sangit dan belalang yang dijumpai pada bagian batang, daun, dan buah pada fase generatif dengan luas lahan 5m x 6 m.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrohabitat hama walang sangit adalah pada bagian buah sedangkan mikrohabitat hama belalang adalah pada bagian daun dan hama walang sangit pada bagian buah tanaman padi. Relung aktivitas pada serangga hama walang sangit dan belalang adalah diurnal. Populasi hama walang sangit berkembang pesat pada saat tanaman padi memasuki fase masak susu, sedangkan hama belalang pada saat tanaman padi yang masih berdaun muda. Mengingat jenis serangga hama yang sama dapat menempati relung yang berbeda, penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada tempat dan waktu yang berbeda.

By Agung Sepdia Budiharsanto

Download Skripsi Biologi Gratis (Pengaruh Suhu Air)

Download Skripsi Biologi Gratis (Pengaruh Suhu Air)

Sungai sebagai ekosistem yang mudah dijumpai. Pada sungai dapat ditemui hewan dan tumbuhan perairan, substrat dasar Sungai dan bahan organik yang saling berinteraksi. Sungai merupakan habitat berbagai hewan air tawar. Salah satunya adalah planaria yang dijumpai di Sungai Semirang Kabupaten Semarang. Bagaimana pengaruh suhu air terhadap kecepatan regenerasi cacing planaria di Sungai Semirang sangat menarik untuk dipelajari.

Penelitian dilakukan pada bulan Agustus–September 2005 di Sungai Semirang Kabupaten Semarang yang masih punya kondisi ekologi yang alami dan lokasi yang mudah dijangkau. Metode yang digunakan adalah tahap persiapan dan pelaksanaan, pada tahap pelaksanaan, menentukan kisaran toleransi suhu terhadap regenerasi planaria, dengan cara menaikkan atau menurunkan suhu air, ada delapan belas perlakuan, masing-masing perlakuan ada sepuluh sampel dan enam ulangan. Penangkapan planaria dengan diberi umpan daging ayam segar. Berdasarkan hasil penelitian kisaran toleransi, digunakan perlakuan variasi suhu antara 7OC-36OC.

Hasil penelitian menunjukan Suhu yang optimal untuk regenerasi cacing planaria adalah 15 OC. Hasil analisis regresi menunjukan kisaran toleransi untuk regenerasi cacing planaria adalah suhu 14-20OC. Pada suhu 38 dan 5OC cacing planaria sudah mengalami cekaman fisiologis. Pengaruh suhu air terhadap kecepatan regenerasi cacing planaria, yaitu planaria mempunyai kontribusi beregenerasi sebesar 68,39%.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor Abiotik, suhu berpengaruh terhadap kecepatan regenerasi planaria.

By SUCIATI

Download Skripsi Biologi Terbaru (Efektivitas Asam dan Kinetin)

Download Skripsi Biologi Terbaru (Efektivitas Asam dan Kinetin)

Asam 2,4-D dan Kinetin merupakan zat pengatur tumbuh yang banyak digunakan dalam kultur jaringan tumbuhan. Asam 2,4-D adalah salah satu auksin yang berperan dalam pertumbuhan kalus dari eksplan dan menghambat regenerasi pucuk tanaman. Sedangkan kinetin adalah salah satu sitokinin yang berperan untuk pembelahan sel dalam kultur jaringan tanaman. Perbandingan auksin dan sitokinin yang seimbang pada eksplan dapat menghasilkan pertumbuhan kalus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam 2,4-D dan kinetin pada medium MS terhadap induksi kalus sambiloto dengan eksplan potongan daun serta untuk mengetahui konsentrasi asam 2,4-D dan kinetin pada medium MS yang dibutuhkan untuk induksi kalus sambiloto dengan eksplan potongan daun tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Semarang pada bulan Juni sampai Agustus 2005. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan asam 2,4-D dengan konsentrasi 0, 0.1, 0.25, 0.5, 1.0, 5 mg/l dan 6 perlakuan kinetin dengan konsentrasi 0, 0.1, 0.25, 0.5, 1.0, 5 mg/l dan 3 kali perulangan sehingga diperlukan 36 x 3 = 108 sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan asam 2,4-D dan kinetin dengan berbagai tingkatan konsentrasi pada daun sambiloto dapat menginduksi pembentukan kalus. Kelompok perlakuan K1D0 dengan konsentrasi kinetin 0,1 mg/l dan asam 2,4-D 0 mg/l mempunyai berat kalus sebesar 3,61 gram. Perlakuan ini merupakan kombinasi perlakuan yang menghasilkan kalus paling besar, dimana pada perlakuan ini hanya dengan konsentrasi kinetin 0,1 mg/l sudah dapat menginduksi pertumbuhan kalus sambiloto tanpa ada penambahan asam 2,4-D. Hal ini mungkin terjadi karena pertumbuhan kalus pada perlakuan tersebut kandungan auksinnya sudah cukup untuk membentuk kalus dan hanya dibutuhkan kinetin saja untuk membentuk kalus.

Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa pada interaksi pemberian asam 2,4-D dan kinetin pada medium MS berpengaruh terhadap induksi kalus sambiloto dengan eksplan potongan daun, serta konsentrasi kinetin pada medium MS yang dibutuhkan untuk induksi kalus sambiloto dengan eksplan potongan daun tersebut adalah 0,1 mg/l.

by Alia Fitrianti

Silahkan Download Skripsi Biologi Terbaru (Efektivitas Asam dan Kinetin) dilink berikut Efektivitas Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat (2,4-D) dan Kinetin pada Medium MS dalam Induksi Kalus Sambiloto dengan Eksplan Potongan Daun

Download Skripsi Biologi Gratis (Efek Pemberian Ekstrak Daun+Sambung+Nyawa)

Download Skripsi Biologi Gratis (Efek Pemberian Ekstrak Daun+Sambung+Nyawa)

Peningkatan kadar kolesterol merupakan salah satu komplikasi yang seringterjadi pada penderita Diabetes Melitus. Salah satu cara penurunan yang sekarangdiminati dan dikembangkan adalah pengobatan tradisional dengan daun sambungnyawa. Daun sambung nyawa mengandung zat – zat fitokimia antara lainflavonoid yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah, serta menghalangiadanya reaksi oksidasi kolesterol LDL dalam tubuh. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui efek ekstrak daun sambung nyawa terhadap kadarkolesterol darah tikus diabetik.

Populasi penelitian adalah tikus jantan strain wistar umur 2 bulan beratantara 150 – 200 gram.Sampel 12 ekor tikus, tiap kelompok terdiri 3 tikus,disampling dari keseluruhan populasi penelitian dengan teknik random sampling.

Sampel dibagi menjadi 4 kelompok dengan 3 variabel: dosis ekstrak daunsambung nyawa, metformin, dan plasebo ( variabel bebas ), kadar kolesterol (variabel tergantung ), galur, jenis kelamin, berat tikus, dan pakan ( variabelkendali ). Data diuji dengan anava satu jalan, diuji lanjut dengan uji Jarak GandaDuncan.
Hasil penelitian menunjukkan rata – rata kadar kolesterol setelahperlakuan pada kelompok A = 66,66 mg/dl, B = 28,21 mg/dl, C = 46,25 mg/dl,D= 69,84 mg/dl. Diperoleh F hitung ( 14,244 ) dengan F tabel ( 4,07 = 5%), jadipada taraf kepercayaan 5 % F hitung > F tabel sehingga dinyatakan ada perbedaannyata antara keempat kelompok perlakuan. Hasil UJGD menunjukkan ekstrakdaun sambung nyawa efektif menurunkan kadar kolesterol darah tikus diabetik.

Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun sambung nyawa efektifmenurunkan kadar kolesterol darah tikus diabetik. Namun perlu dilakukanpenelitian lebih lanjut tentang efek lain ekstrak daun sambung nyawa bagikesehatan.

by Veronika Andriani

Download Skripsi Biologi Terlengkap (Pengaruh Pemberian Tepung Kedelai)

Download Skripsi Biologi Terlengkap (Pengaruh Pemberian Tepung Kedelai)

Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak orang didiagnosa dokter menderita gangguan kadar asam urat tinggi. Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin (nukleoprotein). Purin berasal dari makanan, penghancuran sel-sel tubuh yang sudah tua, serta hasil sintesa bahan-bahan yang ada di dalam tubuh, seperti: CO2, glutamin, glisin, asam aspartat dan asam folat. Kedelai atau tepung kedelai merupakan salah satu bahan atau hasil olahan kedelai yang mengandung banyak purin, sementara semakin banyak konsumen kedelai mengeluhkan gejala gangguan dan konsumen kedelai lainnya tidak mengeluhkannya, maka perlu diteliti tentang keterkaitan antara jumlah kedelai yang dikonsumsi dengan kadar asam urat dalam darah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pemberian berbagai konsentrasi tepung kedelai berpengaruh terhadap kadar asam urat serum darah tikus putih.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2005 di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah jenis tikus putih, sedangkan sampel yang digunakan adalah 25 ekor tikus putih strain winstar, umur 2 bulan, berat 150-200 g. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan pre test post test dengan kelompok kontrol (pre test post test control group desaign). Perlakuan yang diterapkan berupa pemberian tepung kedelai pada tikus putih dengan berbagai konsentrasi, yaitu 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Status perubahan kadar asam urat dalam darah tikus putih yang terjadi setiap perlakuan pemberian tepung kedelai dilakukan uji t berpasangan (paired t-test) dan untuk mengetahui nilai perubahan kadar asam urat dalam darah tikus putih yang terjadi antara perlakuan pemberian tepung kedelai dianalisis dengan analisa sidik ragam (Anova). Pemberian tepung kedelai tersebut berbeda secara bermakna antar kelompok, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Post Hoc-Tukey HSD pada tingkat kepercayaan 95%. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS for Window Release 10 (Santoso, 2002).

Hasil penelitian adalah nilai rata-rata peningkatan tiap perlakuan masing-masing, yaitu pada perlakuan A (kontrol) meningkat 0,22 mg/dL, perlakuan B (15%) meningkat 0,42mg/dL, perlakuan C (30%) meningkat 0,50 mg/dL, perlakuan D (45%) meningkat 0,60 mg/dL dan perlakuan E (60%) meningkat 1,14 mg/dL.
Kesimpulan yang diperoleh adalah persentase pemberian tepung kedelai 60 % menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah. Saran dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan bahan olahan kedelai yang lain untuk mengetahui dampak atau gangguan yang ditimbulkan terhadap kadar asam urat dalam darah.

by Riwi Tri Harjanti

Download Skripsi Biologi Gratis (Keefektifan Penerapan Metode Simulasi)

Download Skripsi Biologi Gratis (Keefektifan Penerapan Metode Simulasi)

Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas II SMP N 1 Dukuhturi Tegal tahun ajaran 2005/2006 pada konsep Sistem Peredaran Darah Manusia belum optimal. Selain itu, kurang adanya variasi metode pembelajaran yang dikembangkan oleh guru menyebabkan siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa adalah metode simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode simulasi pada konsep Sistem Peredaran Darah Manusia di kelas VIII semester II SMP N 1 Dukuhturi Tegal.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Dukuhturi Tegal sebanyak 7 kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas yaitu kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dipilih secara purposive sample. Penelitian dilakukan dengan memberikan pre-tes kepada kedua kelas, dilanjutkan dengan pembelajaran dan diakhiri dengan memberikan pos-tes. Proses pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode simulasi, sedangkan kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah.
Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil pre-tes pada kelas eksperimen 3, 87, sedangkan pada kelas kontrol 3, 82. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa relatif sama. Berdasarkan hasil uji t data hasil belajar diperoleh thitung sebesar 4, 707 dan ttabel = 2, 015, yang berarti bahwa hasil belajar yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata keaktifan siswa kelas eksperimen sebesar 76, 42%, sedangkan kelas kontrol sebesar 56, 79%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode simulasi lebihdapat meningkatkan aktivitas siswa.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran konsep Sistem Peredaran Darah Manusia kelas VIII semester II SMP N 1 Dukuhturi Tegal dengan menggunakan metode simulasi lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah. Hal ini ditunjukkan dengan tercapainya kompetensi dasar konsep Sistem Peredaran Darah Manusia. Saran yang diberikan adalah penerapan metode simulasi perlu dikembangkan pada konsep lain yang mempunyai permasalahan yang sama.

Retno Pui Hastuti . 2006. Skripsi Jurusan biologi,FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Download Skripis Biologi Gratis (Pengaruh Tepung Tempe+Terhadap+Jaringan+kanker)

Download Skripis Biologi Gratis (Pengaruh Tepung Tempe+Terhadap+Jaringan+kanker)

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi. Pada tahun 1995 di Semarang, kanker payudara menempati urutan pertama dari 5 besar kanker yang terjadi pada wanita yaitu kanker payudara, leher rahim, hati, ovarium, dan rektum, dengan penderita 10,25 per 100.000 penduduk. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah-buahan dan sayuran bisa menurunkan resiko kanker payudara. Kebanyakan bangsa Asia yang mengkonsumsi tempe, angka penderita kanker payudara lebih rendah daripada negara lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung tempe terhadap jaringan kanker mamma dan gambaran mikroanatomi ginjal mencit (Mus musculus) galur C3H yang ditransplantasi sel Adenocarcinoma mammae.

Populasi penelitian adalah mencit (Mus musculus) galur C3H berumur 2-3 bulan dengan berat 20-30 gram. Sampel adalah mencit (Mus musculus) betina galur C3H berjumlah 15 ekor. Variabel bebas adalah perlakuan tepung tempe dengan berat 0,02 gram (P1); 0,2 gram (P2) dan tanpa perlakuan (K). Variabel tergantung berupa volume jaringan kanker mamma, dan struktur mikroanatomi ginjal mencit dengan parameter kerusakan bagian glomerulus dan tubulus.
Variabel kendali meliputi galur, jenis kelamin, umur, berat badan mencit, dan pakan. Data penelitian dianalisis dengan ANAVA, dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Struktur mikroanatomi ginjal mencit dianalisis secara deskriptif.

Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pemberian tepung tempe secara signifikan (p<0,05) berpengaruh terhadap volume jaringan kanker mamma.
Hasil uji BNT menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05), kelompok P2 berbeda nyata dengan kelompok kontrol (K) dan PI. Berdasarkan hasil analisis secara deskriptif tepung tempe tidak berpengaruh pada struktur mikroanatomi ginjal mencit.
Simpulan bahwa pemberian tepung tempe 0,2 gram berpengaruh pada jaringan kanker mamma, tetapi tidak mempengaruhi gambaran mikroanatomi ginjal mencit (Mus musculus) galur C3H.

Rini Suhenti . 2006. Skripsi Jurusan Biologi FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 



Download Skripsi Biologi Terlengkap (Pengaruh Pemberian Merkuri Klorida)

Download Skripsi Biologi Terlengkap (Pengaruh Pemberian Merkuri Klorida)

Ekosistem perairan sangat rentan terhadap pengaruh limbah industri yang diantaranya adalah logam berat. Logam berat merkuri mempunyai sifat-sifat yang sangat merugikan bagi organisme perairan. Pada konsentrasi tertentu, adanya logam berat merkuri dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan insang, hati dan ginjal, serta dapat menimbulkan kematian organisme perairan. Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan budidaya yang mempunyai prospek cukup baik di negara kita ditinjau dari segi kebutuhan maupun peningkatan gizi. Sementara itu pengembangan kegiatan industri banyak yang menggunakan logam berat merkuri sehingga baik langsung maupun tidak langsung limbah industri yang mengandung logam berat merkuri dapat mencemari lingkungan perairan tempat budidaya ikan mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian merkuri terhadap struktur mikroanatomi insang ikan mas.

Populasi dalam penelitian ini adalah ikan mas sehat dengan panjang tubuh antara 10-15 cm dengan umur sekitar 2 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah ikan mas dengan panjang tubuh 10-15 cm dengan umur sekitar 2 bulan sebanyak 200 ekor. Variabel bebasnya yaitu konsentrasi merkuri pada batas aman (0,02ppm) dan konsentrasi di atas batas aman (0,08 ppm) selama 2, 4 dan 6 minggu.
Variabel tergantungnya adalah struktur mikroanatomi insang ikan mas. Variabel kendali berupa jenis ikan, ukuran dan umur ikan yang digunakan.Variabel rambangnya berupa kualitas air di tempat uji. Gambaran mikroanatomi insang diperoleh dengan metode parafin dan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Data gambaran mikroanatomi insang dianalisis dengan metode Tandjung (1982).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam berat merkuri bersifat toksik dan dapat menimbulkan perubahan pada struktur mikroanatomi insang ikan mas.

Pada konsentrasi 0 ppm (2, 4 dan 6 minggu) struktur mikroanatomi insang normal. Sedangkan pada konsentrasi 0,02 ppm (2, 4 dan 6 minggu) dan 0,08 ppm (2 minggu) struktur mikroanatomi insang mengalami perubahan yaitu terjadi edema, hyperplasia, fusi lamella, atropi dan nekrosis. Perubahan struktur mikroanatomi insang bertambah seiring dengan peningkatan konsentrasi merkuri dan lama waktu pemaparan.
Simpulan hasil penelitian adalah pengaruh pemberian merkuri terhadap struktur mikroanatomi insang ikan mas dapat menyebabkan kerusakan yang berupa edema, hyperplasia, fusi lamella, atropi dan nekrosis. Saran yang dapat disumbangkan dari penelitian ini adalah diharapkan industri yang menggunakan merkuri sebagai bahan utama supaya mengolah air limbahnya terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan untuk menghindari dampak pencemaran dan harus sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan. Bagi petani ikan mas harus memperhatikan kondisi dan kualitas air tempat budidaya ikan.

Titik Nurchayatun . 2007.Skripsi, Jurusan Biologi ,FAKULTAS MIPA

Download Skripsi Biologi Terbaru (Pemberian Ekstrak Lidah Buaya)

Download Skripsi Biologi Terbaru (Pemberian Ekstrak Lidah Buaya)

Pola dan gaya hidup masyarakat yang serba instan berdampak pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau hiperkolesterolemi merupakan tahap awal aterosklerosis yang dapat menimbulkan penyakit jantung. Lidah Buaya mengandung glukomanan yang berpotensi menurunkan LDL-kolesterol dan menaikkan HDL-kolesterol. Glukomanan dapat menurunkan kolesterol dengan 2 cara. Pertama, dengan mengikat kolesterol dalam asam empedu. Kedua, mengikat asam lemak sehingga menghalangi sintesis kolesterol.

Penelitian ini menggunakan desain Post Test Randomized Control Design. Sampel adalah tikus putih jantan dewasa strain wistar yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan (dosis ,5 ml/200grBB/hari, 1 ml/200grBB/hari dan 1,5 ml/200grBB/hari). Ada 4 variabel dalam penelitian ini, dosis pemberian ekstrak Lidah Buaya (variabel bebas), kadar HDL-kolesterol dan LDL-kolesterol (variabel tergantung), strain, jenis kelamin, umur, jenis pakan dan ukuran kandang (variabel kendali), keadaan kandang (variabel rambang), tiap kelompok terdiri dari 5 ekor. Data diuji dengan anava satu jalan dan diuji lanjut dengan uji BNT.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kolesterol-HDL setelah perlakuan pada perlakuan A (44,8 mg/dl), B (48,2 mg/dl), C (57,2 mg/dl), D (66 mg/dl). Rata-rata kadar kolesterol-LDL setelah perlakuan pada perlakuan A (121,2 mg/dl), B (84,2 mg/dl), C (32,6 mg/dl), D (25,4 mg/dl). Dilakukan uji lanjut dengan BNT pada kadar kolesterol-HDL menunjukkan perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C dan D, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Sedangkan pada kadar kolesterol-LDL menunjukkan perlakuan C berbeda nyata dengan perlakuan A dan B, dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Lidah Buaya pada dosis 1,5 ml/200grBB/hari efektif menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL serum tikus hiperkolesterolemi.
Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak Lidah Buaya efektif menurunkan kadar kolesterol-LDL dan meningkatkan kolesterol-HDL darah tikus putih hiperkolesterolemi. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak Lidah Buaya terhadap manusia penderita hiperkolesterolemi.

Download Contoh Skripsi Bilologi Gratis (Pengaruh Pemberian Antioksidan)

Download Contoh Skripsi Bilologi Gratis (Pengaruh Pemberian Antioksidan)

Allethrin adalah bahan aktif yang dipakai pada beberapa jenis/merek obatnyamuk. Allethrin masuk ke dalam tubuh secara inhalasi, diduga dapat mengganggukualitas spermatozoa. Hal ini ditandai dengan menurunnya jumlah, motilitas, danviabilitas spermatozoa, serta kelainan morfologi spermatozoa. Banyak buktiepidemiologi menyatakan bahwa dengan asupan vitamin C dan E yang cukup akanmampu meminimalisir radikal bebas yang disebabkan oleh allethrin. Oleh karena ituperlu dilakukan penelitian kualitas spermatozoa tikus yang terpapar allethrin dari obatnyamuk elektrik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C dan E padakualitas spermatozoa yang terpapar Allethrin.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Post TestRandomized Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putihjantan dewasa strain wistar yang terpapar allethrin. Dikelompokkan menjadi 4 kelompok,yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus, yaitu 1 kelompok kontrol (tanpapemberian antioksdan vitamin C dan E) dan 3 kelompok perlakuan (diberi antioksidanvitamin C, vitamin E dan kombinasi dari vitamin C dan E). Pemaparan obat nyamukelektrik dilakukan 8 jam per hari selama 45 hari dan pada hari ke 46 diambil data jumlah,motilitas, viabilitas, dan morfologi spermatozoa. Data diuji dengan anava satu jalan danjika berpengaruh dilanjutkan dengan uji lanjut BNT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan vitamin mempengaruhijumlah, motilitas dan viabilitas spermatozoa tikus terpapar allethrin. Hal tersebutditunjukkan dengan adanya beda nyata antara kelompok kontrol dengan perlakuan.Demikian juga pada kelompok kontrol ditemukan adanya kelainan morfologi.Simpulan dari penelitian ini yaitu paparan obat nyamuk elektrik 8 jm/hr selama45 hari menurunkan kualitas spermatozoa. Secara keseluruhan pemberian antioksidanvitamin C bersama dengan vitamin E pada tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistaryang terpapar allethrin mampu mempertahankan kualitas spermatozoa daripadapemberian satu jenis vitamin.

Iswara, Arya. 2009. Skripsi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.