Showing posts with label Skripsi Sastra. Show all posts
Showing posts with label Skripsi Sastra. Show all posts

Friday, September 6, 2013

Download Contoh Skripsi Sastra Terlengkap(Penggunaan Diksi Dalam Novel)

Download Contoh Skripsi Sastra Terlengkap(Penggunaan Diksi Dalam Novel)

Pengajaran sastra merupakan bagian dari pengajaran bahasa Indonesia. Dalam keberadaannya sastra perlu dikembangkan dan dilestarikan. Sastra merupakan kegiatan kreatif atau ekspresi manusia yang diwujudkan dalam medium bahasa. Sastra erat kaitannya dengan kegiatan manusia, berupa proses pengalaman, pengamatan, tanggapan, fantasi, pikiran, perasaan dan keinginan, yang semuanya diolah bersatu padu, kemudian lahirlah sutu bentuk karya sastra dengan bahasa sebagai medianya.

Diksi atau pilihan kata digunakan semata-mata untuk menyatakan sesuatu secara tepat, pilihan kat merupakan suatu unsure yang sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat melepaskan begitu saja keberadaan kamus.

Kepedulian guru terhadap penggunaan kata atau pemilihan kata dalam teks, baik berupa karya piksi maupun nonfiksi yang ingi disajikan kepada para siswa kurang mendapat perhatian. Hal itu, mungkin disebabkan oleh beberapa hal, seperti anggapan tidak penting terhadap permasalahan ini, atau merasa kemampuan yang serba terbatas untuk pembahasannya. Namun hal ini penting dilakukan oleh guru, sehingga kejelasan sebuah teks dapat lebih diyakini para siswa.

Pemahaman terhadap penggunaan diksi, menjadi penting bagi siswa untuk memahami dan menikmati isi teks bacaan tersebut. Berdasarkan uraian diatas, ada ketertrikan dan kepedulian penulis untuk mengungkap masalah itu, maka penelitian ini, penulis menetapkan judul “Penggunaan Diksi dalam Novel “Keberangkatan” karya Nh. Dini dan Keterpahamannya oleh siswa kelas X SMK Ganesa Cicantayan Kabupaten Sukabumi Tahun Ajaran 2010/2011”.


Password: N3OSlvEz

Download Contoh Skripsi Sastra Gratis (Dua Naskah Drama Wisran+Hadi)

Download Contoh Skripsi Sastra Gratis (Dua Naskah Drama Wisran+Hadi)


Cindua Mato dan Dara Jingga, dua naskah drama karya Wisran Hadi, memberikan warna baru dengan akar budaya tradisi ke-minangkabau-an; dari fenomena masa lalu, terutama mitos, dan tidak tertinggal kerelevanannya dengan masa kini atau kekinian. Kajian terhadap dua naskah drama ini berdasarkan kajian intertekstual. Intertekstual didefinisikan sebagai hubungan atau jaringan antara satu teks dengan teks-teks lain. Pendekatan ini juga memungkinkan untuk menjelaskan kemungkinan pengaruh teks luaran, yakni teks sosial dan budaya yang menjadi latar belakang pengarang dan karya itu sendiri.

Bentuk interpretasi yang akan dianalisis pada naskah drama Cindua Mato, adalah: 1) interpretasi naskah drama Cindua Mato terhadap kaba Cindua Mato, 2) interpretasi naskah drama Cindua Mato terhadap mitos dan masyarakat Minangkabau. Kemudian, untuk naskah drama Dara Jingga, adalah: 1) interpretasi naskah drama Dara Jingga terhadap sejarah Ekspedisi Pamalayu, 2) interpretasi naskah drama Dara Jingga terhadap Tambo Minangkabau. Sedangkan untuk analisis hubungan intertekstual terhadap naskah drama Cindua Mato dan Dara Jingga, sebagai berikut: 1) hubungan peristiwa dan konflik, 2) hubungan tokoh dan watak, 3) hubungan adat dan matrilineal, 4) hubungan sejarah dan kaba.

Penelitian ini menyimpulkan, dari hubungan kedua naskah drama tersebut, bahwa lahirnya mitos Cindua Mato untuk pengaburan sejarah dan penutup malu bagi masyarakat Minangkabau, hingga diciptakanlah mitos-mitos yang bersifat heroik untuk menyembunyikannya. Dari penelitian ini disarankan untuk mengembangkan wacana-wacana baru terhadap pemahaman mitos, tradisi, dan sejarah yang mungkin masih belum terungkap.


Password: 8CSPhZII

Download Contoh Skripsi Sastra Terbaru(Analisis Awal Karir Jeanne Morau)

Download Contoh Skripsi Sastra Terbaru(Analisis Awal Karir Jeanne Morau)

Sebuah biografi mengangkat kisah perjalanan hidup seseorang yang benar-benar ada dan dianggap dapat membawa hikmah bagi para pembacanya, baik yang mengenal tokoh tersebut maupun tidak. Hikmah yang dapat dipetik tidak terbatas pada prestasi yang diraih si tokoh tetapi juga kegagalan-kegagalan yang dihadapinya serta caranya mengatasi masalah. Tokoh ini bisa saja orang yang sudah meninggal atau masih hidup. Bedanya dengan otobiografi, sebuah biografi tidak ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan melainkan oleh orang lain berdasarkan data-data yang ada, di antaranya hasil wawancara.

Di bagian awal sebuah biografi, penulis melihat perbedaan latar belakang seorang tokoh dengan tokoh lainnya dalam menentukan bidang yang ingin ditekuni. Ada yang dipengaruhi oleh lingkungan, ada pula yang disebabkan faktor luar sehingga pilihan karir si tokoh berubah drastis bahkan tidak terpikirkan sebelumnya. Latar belakang yang demikian jelas membawa dampak beragam seperti pertentangan dan kesulitan ekonomi namun pada rintangan-rintangan tersebut tidak mengurangi motivasi tokoh bersangkutan.

Bila dilihat dari fungsi bahasa (fonction du langage) yang diutarakan oleh R. Jakobson, maka bagian awal dari biografi ini lebih bersifat referensial dan dengan sendirinya yang dominan adalah aspek informatif sebuah komunikasi. Komunikasi yang bersifat informatif memunculkan pertanyaan: Apa yang diungkapkan oleh kata-kata dalam teks? Apa yang dikatakan oleh teks secara keseluruhan?

Tetapi penulis menduga bahwa pengarang biografi menggunakan juga fungsi bahasa (masih dari Jakobson) poetik yang menggugah pembaca untuk bertanya bagaimana teks ini dipresentasikan sehingga kata-kata dan kalimat di dalamnya, selain memberi informasi tentang awal biografi sang tokoh, juga menarik perhatian pembaca dari segi intelektual dan estetika. Seringkali makna sebuah tuturan dimunculkan oleh struktur yang laten dan struktur ini bisa dikenali berkat bantuan alat-alat analisis yang tersusun secara logico-semantik.

Terhadap awal biografi Jeanne Moreau ini, penulis akan melakukan analisis linguistik untuk mengungkap makna yang terkandung dalam struktur laten melalui struktur yang muncul ke permukaan. Maka dari itu penulis meneliti dan menuangkannya ke dalam skripsi yang berjudul “Analisis Awal Biografi Jeanne Moreau dalam Makna Kontekstual (Sebuah Tinjauan Linguistik).”




Download Contoh Skripsi Sastra Inggris (Teacning Descriptive Paragraph)

Download Contoh Skripsi Sastra Inggris (Teacning Descriptive Paragraph)

Skripsi Bahasa Inggris: Teaching Descriptive Paragraph Writing Through Comic Strips at The First Semester of The Eighth Grade of MTSN Model Talang Padang Tanggamus. From the oxford dictionary, teach means “to give systematic information, instruction or training to a person about a subject or skill.” So, in this script, improving means the process to train someone about certain subject or skill.

A comic strip is a usually humorous narrative sequence of cartoon panels . For a young learner of English especially junior high school students, comic strip can be very effective to be taught because it can attract the student’s interest. Comics are usually funny; therefore, applying them to methodological purposes will have the same effect as using game in teaching English-it bring a cheerful atmosphere into the class .

A descriptive writing is a type of writing in which to write the ideas are arranging on the basic of space or location, such as in the description of a person, description of a landscape, description of the structure the building, description of the structure of something.


Password: lgQE6akr




Thursday, September 5, 2013

Download Skripsi Sastra Gratis ( Depeloving The Students' Ability In Writing)

Download Skripsi Sastra Gratis ( Depeloving The Students' Ability In Writing)

Wiliyanti (2006) conducted a recount text writing test to one of the classes of the second year students of SMPN 1 Terbanggi Besar Central Lampung. The result showed that many students could not express their ideas in written form although they might know what would be written. They still could not understand or create a recount text although the teacher had explained it. Wiliyanti (2006: 40) reported that there were still some grammar mistakes or inappropriate vocabulary use. Most of the students were also not able to construct sentences in past tense and arrange the sentences coherently.

In line to this, Yuniarsih (2008: 65), found that many students could not express their idea smoothly in written form. Although they had been given a topic to write, they could not automatically start their writing assignment. In other words, although they have written several lines, they mostly find difficulties on how to continue their writing. These frustrate the students and as the result, they tend to stop their writing. This is because they do not know specific technique that can guide them in developing their ideas and put them in written form.

Furthermore, Juwitasari (2005: 2) adds that nowadays, many English teachers still concern on teaching writing theoretically. The students are not encouraged to apply the theories given by the teacher on the paper. They almost never get writing exercises. It makes the students always confused when they are asked to write. Many English teachers still teach writing in conventional way and seldom use media and technique in teaching writing text (Noprianto, 2007: 59). Consequently, the students would easily get bored in writing class and thought that writing is boring and difficult activity to learn. The fact proves that writing is still difficult for the students besides other skills.

Considering to the importance of recount text for the students to master, it is very important for the teacher to apply the best way to teach recount text in order to achieve the objectives stated on the curriculum. Referring to this, Wilkins (1983: 14) states that students’ learning depends on the effectiveness of the teacher techniques. Therefore, the use of various teaching techniques is necessary for motivating students to learn English, as well as for adjusting the material and avoiding the students’ boredom. By mastering a good technique, the teacher will be able to perform well in the teaching learning process and simultaneously will be able to achieve the target.

Concerning the problems that the students faced when they tried to express their ideas into written form, a teacher should choose an appropriate technique in teaching recount text writing. One of the techniques which can be applied in teaching recount text writing is Guided Writing in the form of Guiding Questions. The researcher chose guided writing in the form of guiding questions as a technique to develop the students’ ability in writing recount text because it gives the opportunity for the students to develop their own idea freely by answering the questions given by the teacher. The researcher believed that by giving them such questions as a guide, then, the students follow the questions while they are writing, they will express the idea in form of writing easily and their piece of writing will be better organized. The assumption above supports Raimes (1983: 101) who states that the guiding questions are used to allow students a little more freedom in structuring sentences. Carefully constructed questions will produce a coherent text.

Kartiningsih (1997) conducted research to explore how guided writing in the form of guiding questions can develop the students’ ability in writing. From the study, she only focused on the ability of the students of Vocational High School in writing letter, and she found that guided writing can develop the students’ ability in writing letter. She used a small group of students containing ten students as the sample of the population while the researcher is going to apply this technique in how to write a recount text for the second year students of SMP and the sample taken was more than thirty students. The researcher chose recount text since, based on the School Based Curriculum, one of the objectives of teaching is that the students have to be able to understand and create a recount text cohesively based on the social function and generic structure of the text. Another reason is that recount text is assumed to be appropriate with guided writing in the form of guiding questions.

Based on the descriptions above, the writer used guided writing in the form of guiding questions to develop the students’ ability in writing recount text. He assumed that guided writing in the form of guiding questions would help the students arrange their ideas coherently. And the problems faced by the students when they do not know what they are going to write, would be solved since the questions made before writing flow coherently from the beginning to the end of the writing. Hereby, the research was focused on the students’ recount text writing ability.

In other words, the writer conducted guided writing in the form of guiding questions as a method in developing the students’ ability in writing recount text. Therefore, the research is entitled “Developing the Second Year Students’ Recount Text Writing Ability through Guiding Questions Technique at SMPN 1 Terbanggi Besar Central Lampung.”


Password: ySJcA6qp


Download Skripsi Sastra Gratis ( Identifikasi Bentuk Dan Makna Kata Ulang Bahasa Sasak Dialek)

Download Skripsi Sastra Gratis ( Identifikasi Bentuk  Makna Dan Kata Ulang Bahasa Sasak Dialek)

Bahasa adalah suatu media yang digunakan untuk menyampaikan dan memahami gagasan, pikiran dan pendapat. Bahasa juga media komunikasi utama di dalam kehidupan manusia untuk berinteraksi (Surahman, 1994: 11). Melalui bahasa, kehidupan berinteraksi suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan pada generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang ada di sekitar manusia, dapat disesuaikan dan diungkapkan kembali kepada orang lain sebagai bahan komunikasi (Craff, 1987: 1).

Secara garis besar, bahasa dapat dilihat dari tiga sudut padang, antara lain: sudut pandang bentuk dan sudut pandang makna (Martinet, 1981: 23). Bentuk bahasa berhubungan dengan keadaannya dalam mendukung perannya sebagai sarana komunikasi untuk berbagai kepentingan komunikasi pemakai bahasa, dan hubungannya dengan aspek nilai dan aspek makna adalah perannya yang terkandung dalam bentuk bahasa yang fungsinya sebagai alat komunikasi ketiga unsur tersebut secara keseluruhan dimiliki oleh semua bahasa di dunia. (Desaurre dalam Verhaar, 1980: 116) termasuk juga bahasa Sasak yang dipergunakan oleh masyarakat Sasak yang mendiami pulau Lombok dari sisi dialek. Djelenge (1999: 12) membagi bahasa Sasak dalam empat kategori dialek yaitu : dialek ngeno-ngene (dialek Selaparang), dialek meno-mene (dialek Pejanggik), meriak-meriku (dialek Pujut) dan dialek kuto-kute (dialek Petung Bayan).

Ahli lain, Stiff (1995: VII) membedakan bahasa Sasak yang digunakan oleh masyarakat Lombok dalam lima kelompok yaitu: dialek ngeno-ngene, dialek meno-mene, dialek kuto-kute, dialek ngeto-ngete, dan dialek meriak-meriku. Dalam hal penyebaran masing-masing dialek memiliki daerah/wilayah penyebaran sendiri, seperti dialek ngeno-ngene banyak dipakai oleh masyarakat Lombok Timur dan sebagian Lombok Barat. Dialek meno-mene banyak dipakai oleh masyarakat Lombok Tengah dan sekitarnya, disamping daerah Lombok Timur bagian selatan. Dialek meriak -meriku banyak dipakai oleh masyarakat Lombok Tengah bagian selatan dan sedikit di Lombok Timur. Terakhir dialek ngeto-ngete banyak dipakai oleh masyarakat Lombok Barat bagian utara dan beberapa tempat di Lombok Timur.

Secara dialektogis, satu dialek dengan dialek lainnya dalam bahasa Sasak tidak menampakkan perbedaan yang terlalu signifikan. Kesamaan tersebut berhubungan dengan struktur bunyi (fonologis), kaidah pembentukan kata (morfologis), struktur frosa, klausa dan kalimat (sintaksis) serta makna dasar kata (semantik). Kenyataan ini sesuai dengan pernyataan Mahsam (1995: 45) bahwa dalam dialektologi diakronis digambarkan tentang hubungan antara dialek dengan sub dialek dengan bahasa induk yang memerankannya serta keterkaitannya antara dialek atau sub dialek yang satu dengan yang lain yang pernah terjalin kontak.

Dalam situas idan kepentingan pemakaian bahasa, bahasa Sasak identik dengan masyarakat Sasak yang berada di pulau Lombok khususnya. Karena memang mayoritas masayrakat Lombok adalah suku Sasak. Bahasa Sasak sudah menjadi pengantar umum dalam masyarakat untuk berbagai kepentingan masyarakat Sasak, terutama untuk kepentingan non formal. Bahkan tidak jarang bahasa Sasak digunakan sebagai bahasa sanding dalam pengajaran bahasa Indonesia, terutama di sekolah dasar kelas rendah. Selain itu keberadaan bahasa Sasak juga sudah dijadikan materi pembelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar. Dari segi itiulah dapat dikatakan bahwa bahasa Sasak sudah memenuhi syarat keilmiahan untuk dijadikan bahan kajian dalam pengembangan ilmu pengetahuan kebahasaan (peneliti bahasa telah menunjukkan bahwa bahasa Sasak sudah seringkali diuji dalam konteks penelitian bahasa). Itulah antara lain perkembangan penulis untuk mengkaji masalah ini, berhubungan dengan masalah yang dipilih agak morfologis, yakni reduplikasi (perulangan). Aspek dialek yang dipilih adalah reduplikasi dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene di desa Anjani. Mengapa dipilih Desa Anjani? Berhubungan dengan tempat tinggal tidak terlalu jauh atau bertetangga dengan Desa Anjani tempat penulis meneliti. Dengan kata lain, bahwa masyarakat pengguna bahasa Sasak dialek ngeno-ngene, berjarak tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal peneliti, sehingga akan mempermudah


Password: CyZ0FIbQ



Download Skripsi Sastra Gratis (The Influence Of Prounonciation toward speaking ability)

Download Skripsi Sastra Gratis (The Influence Of Prounonciation toward speaking ability)

English is an international language which is widely spoken by people in most countries in the world. Because of the importance of it, nowadays English should be learned by the students from elementary school until university. The students they also have to master for basic language skills as reading, listening, speaking and writing. They also have to master grammar, a lot of vocabularies and pronunciation. From those language skills and language components, the writer chooses speaking skill and pronunciation component in his Thesis that is “the Influence of Pronunciation Toward Speaking Ability”.

The pronunciation is important to be given to the students. It is one of the language components that the students have to master. They have to learn to recognize and make some sounds that are not used in their own language. In English, it is very different between how to spell and to pronounce the words. For instance: put and but; live and life; woman and women.

Speaking is the most important skill among others. This can be proved by the fact that all people in the world communicate to each other to express their ideas, thoughts, opinions and feelings orally.

Realizing the statement state above, the writer in his study would like to know whether there is influence between the pronunciation and the speaking ability. And he also wants to find out some problems the students face in learning speaking. In collecting the data, the writer use documentation (the score of pronunciation and speaking test) and questionnaire. Then the data analyze by using “product moment”. The population of this study is the eleventh grade students of MA Musthofawiyah at Nguruan – Soko – Tuban in the academic year 2010/ 2011. And he takes A and B classes as the sample.

From the data analysis shows that the value is 0,393. And according to the significance level 5 % (0,339) and 1 % (0,436) of 34 students is significant. So, from statistical computation above, it can be concluded that the pronunciation gives a positive influence in speaking ability. Besides that according to the result of the students’ questionnaire shows that they face some problems in learning speaking, those are they are afraid of making mistakes, shy to be laughed and nervous when they are asked to speak.

Therefore, is suggested that the teacher should give more speaking practice in English language to the students, and should be able to overcome the problems faced by them.


Password: uT6iGzUH



Download Skripsi Sastra Gratis (The Use Of Beauty And The Beast Ilustrated Version)

Download Skripsi Sastra Gratis (The Use Of Beauty And The Beast Ilustrated Version)


This final project is about the use of Beauty and the Beast illustrated version as narrative reading material, an experimental study at eighth grade students of SMP Negeri 1 Mungkid in the academic year 2006/2007. The objectives of the study are to find out the extent to which the application of Beauty and the Beast illustrated version improves the student’s reading narrative comprehension achievement and to identify the advantages and disadvantages of using Beauty and the Beast illustrated version as a medium in teaching narrative reading comprehension.

This study is an experimental research. The population of this study is the eighth grade students of SMP Negeri 1 Mungkid in the academic year 2006/2007. The sampling process was administered by applying cluster random sampling. There were 235 students of the eighth grade and the writer took 35 students as the experimental group who were taught using Beauty and the Beast illustrated version and other 35 students as the control group were taught without using Beauty and the Beast illustrated version or text version only.

The instrument used for measuring the achievement was a test. Before the test was used, it had been tried out first. The main purpose of conducting it was to find out the validity, reliability, discrimination items and level of difficulties of the item of the reading comprehension test. The writer, then, selected the items before they were used as the instrument of this research.

The result of the experiment had been analysed statistically. The technique used in analysing the data was the t-test formula. It was used to determine whether there was a significant difference between the means of the experimental group and the means of the control group. The result of this research showed that the experimental group got better development in the average scores than the control group. The experimental group got better development, the average increased 14.8 point (from 76.09 to 90.91), whereas the control group only increased 8.4 point (from 76.51 to 84.91). By using the t-test formula, the writer measured significant differences between the two groups. The result shows that there was a significant difference in the development of the ability in the reading comprehension test achieved by students who had been taught using Beauty and the Beast illustrated version from those taught without illustrated version or text version.

In line with the result, the writer suggests that using appropriate and interesting media to teach reading comprehension is very important for the English teacher because reading is such kinds of activities that often bored the students. So , the use of appropriate and interesting media will always give the students fresh and new condition. Hopefully , it can motivate the students and make them interested in reading. The use of illustrated version in teaching narrative reading comprehension is aimed to give explanation more easily and clearly. Using Beauty and the Beast illustrated version is very good to be applied in teaching narrative reading comprehension.


Password: YT41XNQw



Download Skripsi Sastra Gratis (The Expressions Of The Main Characters' Love)

Download Skripsi Sastra Gratis (The Expressions Of The Main Characters' Love)

The novel is one of various modern literary works. By reading it, people can get much understanding about human characters and emotions including joy and love. One of human’s characters and emotions that can be learned in a novel is the expression of love. Love is the most complex and important thing of all human emotions. Besides, by reading a novel we can learn so many aspects of life like moral, and social relationship. As a part of literature, a novel gives us knowledge which are rich in psychological aspects. It can be seen from its symbols, plot, and characters.

This final project is a literary analysis of Thomas Hardy’s novel The Return of the Native. The objectives of the study are to describe the expressions of love in the novel that are reflected by the main characters: Diggory Venn, Thomasin, Clym Yeobright, Eustacia, Wildeve, and Mrs. Yeobright and the moral values behind the expressions of the main characters’ love.

The investigation used in this study is a qualitative method while library and other references are used here to get the data. The data are focused on sentences and dialogues from the novel which can represent the expressions of the main characters’ love and the moral values of the novel. The procedures of collecting data are: reading, identifying, inventorying, classifying, selecting, and reporting.

The responding of the main characters in Thomas Hardy’s novel The Return of the Native in facing their loves are also shown in different ways. They give wide variety of love expressions such as symbols, directs, indirects, acts, falling in love, and descriptions’s expression. Love is one of the important aspects which needed in our life. For the sake of love, people do anything including sacrificing his love as done by Clym Yeobright is willing to sacrifice his love to his mother by living her and lives together with Eustacia.

From the literature point of view, I hope that the readers will be able to take some benefit from it. Besides, they will be able to increase their understanding about expression of love and moral values by reading this final project.

Silahkan Download Skripsi Sastra Gratis (The Expressions Of The Main Characters' Love) dilink berikut The Expressions Of The Main Characters' Love

Password: OrV8Ljs0





Download Skripsi Satra Gratis( Kehidupan Anak-Anak Jalanan Sebagai Sumber Inspirasi)


Download Skripsi Satra Gratis(Kehidupan Anak-Anak Jalanan Sebagai Sumber Inspirasi)

Dalam berkarya seni seorang seniman tidak hanya menumpahkan fikirannya saja, melainkan masih mendapat pengaruh dari lingkungan tempat seorang seniman itu berada serta bagaimana dia menentukan objek-objek yang sesuai dengan tuntutan batinnya. Objek tersebut banyak terdapat dalam lingkungan tempat tinggal kita dan salah satunya adalah anak jalanan. Meminta-minta, mengamen, menjual koran adalah beberapa cara mereka untuk mempertahankan hidup, bagi penulis menjadi sumber inspirasi untuk sebuah karya lukis. Dengan karya lukis penulis mencoba menggambarkan ekspresi anak-anak jalanan dalam menjalani kehidupannya kepada apresiator.

Tujuan dari pembuatan proyek studi ini adalah sebagai cara untuk mencari pengalaman dalam proses berkarya untuk bahan materi yang nantinya akan diajarkan pada anak didiknya. Selain itu juga untuk meningkatkan apresiasi masyarakat dan peserta didik terhadap karya seni lukis melalui kehidupan social.

Karya seni merupakan transformasi bentuk ide ke dalam bentuk visual, oleh karena itu karya tidak akan hadir tanpa adanya bahan. Media dalam melukis merupakan sarana yang menunjukkan apa yang telah menjadi ide dan gagasan sebagai cara mengungkapkan pengalaman estetis. Dalam proyek studi ini penulis membuat bentuk visual berupa sosok manusia yang telah dideformasi.

Cara mendeformasi untuk figur manusia yaitu bentuk kepala dibuat kecil dan tubuh serta organ-organ tubuh lainnya dibentuk pipih. Adapun alat dan bahan yang digunakan penulis adalah media lukis berupa; cat akrilik, cat tembok (mowilek), kanvas dan kuas. Dalam pemilihan teknik tersebut bertujuan untuk mengembangkan gagasan serta pengolahan komposisi. Teknik yang digunakan dalam penulis berkarya adalah teknik akrilik. Untuk proses berkarya adalah melalui tahap perwujudan gagasan yakni dengan menghadirkan sosok sebagai langkah awal untuk memunculkan ide, kemudian penulis melanjutkan ke proses penciptaan karya.

Sebagai simpulan untuk proyek studi ini adalah dengan karya yang penulis buat, diharapkan bisa menggambarkan ekspresi anak-anak jalanan dalam menjalani kehidupan yang serba sulit

Silahkan Download Skripsi Satra Gratis( Kehidupan Anak-Anak Jalanan Sebagai Sumber Inspirasi) Dilink Berikut Kehidupan Anak-Anak Jalanan Sebagai Sumber Inspirasi

Password: 1Fggk0vp




Download Skripsi Sastra Gratis (Pawang Pada Fenomena Trans Pada Kesenian Barongan)

Download Skripsi Sastra Gratis (Pawang Pada Fenomena Trans Pada Kesenian Barongan)

Kesenian barongan merupakan salah satu kesenian tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Kesenian barongan juga telah menyebar di berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Blora, Pati dan Demak. Barongan yang hidup di daerah lain masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat pendukungnya. Hal ini menjelaskan bahwa kehidupan seni tidak dapat lepas dari kehidupan masyarakat lingkungan pendukungnya. Demikian halnya seni barongan di Kabupaten Blora yang juga diwarnai oleh corak kebudayaan masyarakat pemiliknya, yang memiliki ciri khas tersendiri.

Kesenian Barongan adalah suatu bentuk tari rakyat yang sangat terkenal di daerah Jawa Tengah, dan biasa disajikan dalam bentuk drama tari atau fragmen yang ceritanya mengambil dari cerita Panji atau Menak, Barongan diwujudkan dalam bentuk harimau, singa atau raksasa. Pada umumnya tokoh Barongan merupakan tokoh yang berkarakter baik, dan bertindak melawan unsur kejahatan. Bentuk kesenian tradisional Barongan adalah gaya tari kelompok menirukan keperkasaan gerak seekor singa raksasa ( singa barong ).

Trans atau ndadi adalah kemasukan setan atau roh, orang yang kemasukan roh maka manusia tidak sadar lagi. Hal ini mengalami keadaan di luar kesadaran manusia kemudian tidak ingat apa-apa, seperti halnya penari barongan khususnya pada penari jaran dor yang mengalami kesurupan atau ndadi akan melakukan gerakan di luar kesadarannya, karena ia berada di alam lain dan penari telah dikuasai oleh roh yang masuk ke dalam tubuh penari melalui pawang. Dalam kepercayaan masyarakat jawa, kesurupan merupakan sesuatu yang di landasi adanya masuknya roh dalam diri seseorang di samping itu diperlukannya sesaji yang merupakan suatu cara untuk memuja roh melalui suatu barang atau benda. Hal ini mengingat kesenian barongan banyak sekali menggunakan gerakan atraktif atau akrobatik yang dianggap penuh dengan magic serta sulit diterima akal sehat.

Apabila dicermati, fenomena trans pada pertunjukan Barongan dilakukan dua pihak yaitu pawang dan para peraga. Kehadiran pawang dalam setiap pertunjukan mutlak di pentaskan, mengingat proses terjadinya trans tergantung dari pawang. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa pawang di dalam pertunjukan Barongan memiliki kedudukan yang sangat sentral, karena tanpa kehadiran pawang maka daya tarik pertunjukan Barongan trans (ndadi) tidak dapat terlaksana.

Setiap kali ada pertunjukan kesenian Barongan senantiasa muncul bentuk atraksi trans pada sebagian penarinya dan di pastikan pula banyak masyarakat yang menikmati sajian kesenian Barongan tersebut, dan terlihat pula perkembangan kesenian Barongan yang masih mempertahankan eksistensinya. Hal ini sangat menarik dan mendorong peneliti ingin lebih lanjut mengkaji Pawang dalam Fenomena Trans pada Kesenian Barongan tersebut. Sehingga pengetahuan dan wawasan terhadap kesenian tradisional bertambah baik.


Password: qQiInILm


Download Skripsi Sastra Gratis (Manajemen Siaran Musik Stasiun Radio)

Download Skripsi Sastra Gratis (Manajemen Siaran Musik Stasiun Radio)

Musik memiliki peranan yang begitu besar pada sebuah radio karena musik adalah salah satu jenis kesenian yang hadir pada media elektronik dan musik selalu menyertai jam siaran radio. Hal ini menunjukan bahwa eksistensi musik begitu dominan dan sangat penting dalam media elektronik pada kehidupan masyarakat umum khususnya masyarakat Universitas Negeri Semarang. Untuk mengetahui seberapa besar sebuah stasiun radio dapat mempertahankan eksistensinya, hal tersebut bisa dilihat dari program acara yang didalamnya terdapat request atau permintaan lagu oleh pendengar. Dari program-program acara tersebut dapat dilihat seberapa besar minat para pendengar terhadap sebuah radio dengan cara mentotal jumlah permintaan lagu atau request perharinya.

Radio Ekspresi Mahasiswa (REM) 107.1 FM merupakan radio komunitas (bukan radio swasta tetapi merupakan tempat pembelajaran bagi para anggotanya dalam bidang kepenyiaran) yang ada di Universitas Negeri Semarang, dimana Radio ini berusaha untuk menghibur akademia Semarang dan sekitarnya dengan menyuguhkan edukasi melalui program siar news corner, camilan, Friday in hard, asian hit, reggae zone, C2C dan entertainment melalui program siar gondangdia, hot21, indo pan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjaga eksistensinya, sebuah stasiun radio harus dapat memikat hati para pendengarnya dengan program-program siarannya dan sebuah eksistensi pastilah tidak datang dengan sendirinya melainkan melalui persiapan persiapan dari berbagai macam aspek salah satunya melalui sistem manajemen, dari simpulan tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai manajemen siaran musik stasiun radio REM FM di Universitas Negeri Semarang.


Password: zewWNKqg



Download Skripsi Sastra Gratis (Peneparapan Media CD Interaktif Grammatik)

Download Skripsi Sastra Gratis (Peneparapan Media CD Interaktif Grammatik)

Dalam mempelajari bahasa asing, siswa dihadapkan pada hal-hal baru, khususnya dalam hal tata bahasa (grammatik). Setiap bahasa memiliki tata bahasa yang berbeda-beda. Tata bahasa dalam bahasa Jerman berbeda jauh dengan bahasa Indonesia ataupun Inggris yang telah dipelajari sejak dini. Perbedaan tersebut yang sangat menonjol terletak pada konjugasi dan pengklasifikasian kata benda dalam tiga bentuk, yaitu maskulin (der), netral (das), dan feminim (die).

Media berbasis komputer atau CD-Interaktif yang beredar dipasaran sangatlah bervariasi, diantaranya adalah Tell Me More, Einblicke, Tripleplay Plus, Hallo aus Berlin, Sim Salabim, Redaktion D . Namun, kelemahan media CD-Interaktif tersebut adalah kurang sesuai dengan KTSP karena pembuatannya dilakukan di Jerman dan dibuat oleh orang Jerman sehingga lebih sesuai ke kurikulum Eropa, yaitu Gemeinsame Europäische Referenzrahmen (GER).

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka banyak media pembelajaran yang dikembangkan oleh mahasiswa bahasa Jerman dari hasil mata kuliah Media Pembelajaran. Membuat media pembelajaran adalah tugas akhir dari mata kuliah Media Pembelajaran, sehingga banyak media yang dihasilkan dan lebih sesuai dengan KTSP.

Selama ini belum ada penelitian tentang CD-Interaktif Grammatik: Lernen per Maus Klick, sehingga peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan media CD-Interaktif Grammatik: Lernen per Maus Klick sebagai latihan pemantapan. Penelitian ini diadakan bagi siswa kelas X pada semester 2, maka sesuai KTSP salah satu tema yang diajarkan pada semester tersebut adalah kehidupan sekolah" lebih sesuai dengan KTSP, maka peneliti memilih media Grammatik: Lernen per Maus Klick karena isi media Grammatik: Lernen per Maus Klick sesuai dengan tema yang sedang diajarkan pada saat penelitian.

Berdasarkan kondisi pembelajaran bahasa Jerman di SMA Lab UM, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di SMA Lab UM yang berjudul Penerapan Media CD-Interaktif Grammatik: Lernen per Maus Klick untuk pembelajaran bahasa Jerman di kelas X SMA Lab UM .



Password: xWtcsJQp



 

Download Skripsi Sastra Terlengkap (Struktur Naratif Novel)

Download Skripsi Sastra Terlengkap (Struktur Naratif Novel)

Prosa dalam pengertian karya sastra juga disebut fiksi (faction), teks naratif (narrative text) atau wacana naratif (narrative discource). Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan atau cerita khayalan. Hal itu disebabkan fiksi merupakan karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran sejarah. Karya fiksi dengan demikian, menyaran pada suatu karya yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan, sesuatu yang tidak ada dan menjadi sungguh-sungguh sehingga ia tak perlu dicari kebenarannya pada dunia nyata.

Ada berbagai bentuk karya sastra, salah satunya yaitu novel. Novel dapat dikaji dari beberapa aspek, misalnya penokohan, isi, cerita, setting, alur, dan makna. Semua kajian itu dilakukan hanya untuk mengetahui sejauh mana karya sastra dinikmati oleh pembaca. Tanggapan membaca terhadap satu novel yang sama tentu akan berbeda-beda sesuai dengan tingkat pemahaman dan daya imajinasi mereka, misal pada novel karya Wahyu Nur Hidayat yang berjudul . Metamorfosis Cinta yang selanjutnya disingkat NMC.

NMC karya Wahyu Nur Hidayat menggambarkan secara gamblang warna -warni kehidupan remaja. Novel ini bercerita tentang segi kehidupan remaja yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. NMC ini seolah menjadi secercah cahaya harapan di tengah himpitan sosial-ekonomi negeri ini. Penulisnya sangat apik dalam mengurai dan mendeskripsikan alur cerita dan tokoh. Narasi dialog terasa mengalir sehingga dapat membawa pembaca ke suatu dunia yang tanpa disadari bahwa itu dunia imajinasi. Novel ini bisa menjadi motivator kepada pembacanya untuk selalu berjuang pantang menyerah kepada keadaan.

NMC karya Wahyu Nur Hidayat dijadikan sebagai objek kajian dalam penelitian ini selain struktur naratif sebagai landasan penelitian yang utama, sementara unsur intrinsik akan menjadi pelengkap dalam menambah pemahaman pembaca akan maksud yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya. Penelitian mengenai struktur karya sastra pernah dilakukan oleh Ridwan Haryoko Putro dengan judul “Struktur Naratif “Cerital Dewi Tanjung Sedhayung”. Selain itu, penelitian yang menyangkut nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam karya sastra juga telah dilakukan sebelumnya oleh Ocviyanti Ahadah. dengan judul “Mengejar Matahari karya Titien Wattimena : tinjauan sosiologi sastra.


Password: xgFWkbCZ

Download Skripsi Sastra Inggris Terbaru (A descriptive Study of Indonesian-english code)

Download Skripsi Sastra Inggris Terbaru (A descriptive Study of Indonesian-english code)

Code mixing is a speech act that speaker or writers mix two codes or more languages in a discourse. The main characteristics in code mixing are relax situation and informal situation. Indonesian people, who speak Indonesian language, sometimes use foreign language such as English in their conversation. However, code mixing can not seen from spoken language, but also in written language such as newspaper, magazine, tabloid, etc. both in spoken and written language, code mixing partly come since the speakers or writers or not able to find the suitable vocabularies of certain language in order more interesting. In written language, code mixing is presented in italic style or underline at words or phrases the other languages.

In written language, such as tabloid, the writer or journalist writes the articles suited to the society that will read it. For example, in “Gaul” magazine, most of the readers are teenagers, the journalist knows that the reader will understand if he mixes “Gaul” is written in Indonesian language mix with other codes. It happened because , the readers will be interest in reading that magazine.

Gaul magazine is teen entertainment, this magazine especially is released for teenagers, actually girls, it can be seen from the articles that contain some affairs about young’s lifestyle, artist etc. Writer wants to take an example of code mixing in “Gaul” magazine as bellow: Do’i malah lebih seneng belajar di sekolah daripada ikutan home schooling.

From a description above, the readers know that the articles, generally, is written in Indonesian language. Moreover, the journalist includes another code that is English in his/her sentences. Indonesian language is as a main language and English is a piece. Besides English, the journalist sometimes mixes with another code, such as French, Spain, Javanese etc.

Based on phenomenon above, the writer wants to analyze about code mixing used in “Gaul” magazine. The writer is motivated to carries out a research entitled “A DESCRIPTIVE STUDY OF INDONESIAN- ENGLISH CODE MIXING USED IN GAUL MAGAZINE at 38TH EDITION OF OCTOBER 5-11TH, 2009.


Password: hSEEjkeF


Wednesday, August 21, 2013

Download Skripsi Sastra Inggris Terlengkap dan Gratis

Download Skripsi Sastra Inggris Terlengkap dan Gratis

An analysis of students’ speaking ability teaching in using the picture at the Seventh Grade of SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai Lampung Timur Academic Years 2010-2011


English is one of the international languages that is used by many people in the world and in many areas of everyday life. Therefore, using English is the easiest way to communicate with people from other countries about many aspects in human life such as technology, economy, social, and politics. For Indonesia, English is a foreign language. Learning a foreign language is an integrated process that the learner should study the four basic skills: listening, speaking, reading, and writing. We use it to understand our world through listening and reading and to communicate our feeling, need, and desires through speaking and writing. By having more knowledge about language skill we have much better chance of understanding and being understood and getting what we want and need from these around us. Speaking is one of four basic skills. It is very important in teaching and learning English. Speaking involves some language components (spelling, grammar, vocabulary, and punctuation).
Another problem is the students have low motivation and are not interested in doing the task since the speaking activities are not interesting. Besides that, the students have difficulty at telling their experience from picture. This is because speaking is difficult for them since they have to master enough vocabulary, spelling, and grammar. In reference to the explanations above and the strong desire of finding the solution of these problems, the writer has motivation to do the research in improving the teaching of speaking in real class by using picture series as the instructional media. It is hoped that the media improve the students speaking ability in sing the picture. This study is based on the needs to improve the students' speaking ability. Therefore, it is designed to improve the students' speaking ability through the use of Incomplete Picture Series technique. In this technique, the students are divided into several groups. Each group then is given a different incomplete picture series. This technique is believed to improve the students' speaking ability and their involvement in the teaching and learning process.
This study constitutes a classroom action research. Employing an action research design, it was conducted collaboratively with a fellow English teacher in observing the implementation of the technique. This study was conducted in two cycles. Each cycle encompassed three meetings. The criteria of success were determined by the students' scores on their speaking product. If 65% of the students gained score higher than and/or equal to 65, so the criteria of students' speaking ability had been achieved. The success of this technique was also determined based on the students' attitude toward the implementation of the technique and their involvement in the teaching learning process. These two criteria of success were considered to be achieved when 70% of the students gave positive response and actively involved in the teaching and learning process. The findings of the study indicated that Incomplete Picture Series technique was successful in improving the students' speaking ability as well as increasing their involvement in the teaching and learning activities.
The students are able to make based on their language. In this chance the researcher do the research at the seventh grade of SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai, Lampung Timur. The researcher ask to the English teacher about the students speaking ability in using the picture. In this chance, the researcher gets the point that it need to do the problem analyze especially in using the picture because some of students find some difficulties in using the picture. The students cannot divide or difference the type of theme in the picture things in the world, animals, and flora. Therefore, it is suggested that English teachers apply this technique as one of the alternatives that can be used in teaching speaking skill. Besides, it is also suggested to future researcher conduct a similar study by using Incomplete Picture Series technique on different settings and subjects to see whether or not this technique is also effective and applicable to be implemented in improving the students' speaking ability.
It can also be for another productive skill like writing. Since it is beneficial not only in improving the students' speaking ability but also the students' involvement in the learning process, it is advisable that this technique be used by students as their learning strategy to practice their speaking ability, and even more to practice their writing skill as well. This activity can be done in their extra curricular activities. To get information in broad outline researcher do pre survey of SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai to observe and finds factor who can increase and influence student developing in speaking's ability. Pre survey at performs on the 5th July 2010 at SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai. Basen on pre survey what do at does researcher at SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai academic year 2010 / 2011 at gets information according to KKM at SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai.
Silahkan Download Skripsi Sastra Inggris Terlengkap dan Gratis Dilink berikut An analysis of students’ speaking ability teaching in using the picture at the Seventh Grade of SMP Nurul Iman Labuhan Maringgai Lampung Timur Academic Years 2010-2011


Password: WrF6ecxD

Rujukan: http://www.4skripsi.com/

Download Skripsi Sastra Inggris Terlengkap dan Gratis

Download Skripsi Sastra Inggris Terlengkap dan Gratis

The students’ strategies in composing narrative
In English language, there are integrated skills to be mastered such as: Speaking, listening, reading, and Writing. There are various skills in mastering of language: respective skill, listening (understanding the spoken language), reading (understanding the written language), and productive skills-speaking and writing. The researcher chooses student’s composing narrative writing as a material of narrative writing. By assumption that the composition is the result of students’ product that can be known clearly. Narrative is a story which is connected with events based on the plot. Then why the teachers use narrative text, it is because the narrative as a story of human experience, so that the students arrange easily the composition.
Narrative as a story tells or describe an action in the past time clearly, so narrative is tried to answer the question: what had happened?. Narrative as a story, so it is should have the element that can make story more interesting to the reader such as a conflict and conclusion of the story. The students must have good communication in both oral and written form. Oral form is that speaking and listening, and written form is that writing in reading. The students have difficulties in composing narrative writing. Some of them feel difficulties in composing narrative writing such as: stuck to get diction, getting idea, and ordering the words.
The students must know some strategies in composing narrative writing such as: making outline, using picture, using dictionary, sharing with friends, using the tools (audio, audio-visual) or learning’s aids( a guide). strategies are specific methods of approaching a problem or task, modes of operation for achieving a particular end, planned designs for controlling and manipulating certain information. Because of that the students should choose a good strategy to compose narrative writing. Learning strategies are techniques approaches, or deliberate the learning and recall of both linguistic and contains information.
We can infer that each student has certain tendency and capability in using certain learning strategies, therefore the use of various learning strategies influenced by their family background, experience, and character. In order words, strategy that is useful to student might not be useful to others. Since students have their own strategy characteristic, they will have different learning strategies that are useful and comfortable for them.
Writing strategies are deliberate, focused ways of thinking about writing. A writing strategy can take many forms. Writing strategies are some technique it can be a formal plan a teacher wants students to follow to write a book report, or it can be something as simple as track to remember how a word is spelled. Preparing a writing plan for a specific text type from this they can put a plan for writing a descriptive report in the future.
Silahkan download skripsi sastra Inggris terlengkap dan gratis dilink berikut ini The students’ strategies in composing narrative

Password: GcVgjuRi

Rujukan: http://www.4skripsi.com/

Thursday, August 8, 2013

Download Skripsi Sastra Lengkap dan Trebaru

Download Skripsi Sastra Lengkap dan Trebaru

Makna simbol raksasa dalam kumpulan dongeng yang berjudul “ Phantastische Märchen” karya Helga Gebert

 Dongeng adalah cerita khayal atau fantasi yang mengisahkan tentang keanehan dan keajaiban sesuatu seperti menceritakan asal mula suatu tempat atau suatu negeri, atau mengenai peristiwa-peristiwa yang aneh dan menakjubkan tentang kehidupan manusia dan binatang (Fabel).Dalam pengembangan sastra, dongeng mempunyai kemungkinan peranan sebagai kekayaan sastra, modal apresiasi sastra, dasar penciptaan, dasar komunikasi, dan memberikan sumbangan kepada ilmu sastra, sedangkan fungsinya bagi masyarakat sebagai alat pendidikan, sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial dan sebagai hiburan. Dongeng termasuk cerita tradisional. Di dalam sebuah dongeng terkandung pesan atau tema dituliskan dalam cerita. Selain itu pada sebuah dongeng terdapat simbol-simbol yang memiliki makna yang luas dan mendalam. Dalam hal ini penerjemahan dongeng memilih kata raksasa yang sesuai isi yang dimaksud untuk mendapatkan kepadatan dan intensitas serta supaya selaras dengan sarana yang dimaksud dan mempertimbangkan pada maksud visi dongeng tersebut. Salah satu kumpulan dongeng yang terkenal di Jerman yaitu kumpulan dongeng Helga Gebert. Dongeng Helga Gebert tersebut banyak menampilkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan. Hal tersebut dapat terlihat dalam kumpulan dongeng karya Helga Gebert di mana dalam setiap dongeng tersebut terdapat simbol yang memiliki makna yang dalam. Simbol yang dibahas dalam penelitian simbol yang mempunyai makna 1). Pengertian Arti. 2) Penyimpangan Arti. 3) Penciptaan Arti Untuk memudahkan dalam membedakan simbol apa yang menunjuk pada simbol yang mengandung pengertian arti, penyimpangan arti dan penciptaan arti, maka analisis datanya adalah sebagai berikut: setiap simbol di analisis dengan memberi tanda a). Simbol, dan b). Makna darisimbol tersebut. Simbol merupakan kata atau sesuatu yang terkait dengan penafsiran pemakai, kaidah pemakai, dan kreasi pemberian makna sesuai dengan pemakainya.Maka dalam karya sastra dongeng, simbol dapat digunakan untuk mengungkap makna, ide, misi, dan hakikat.teori Pierce sebagai landasan untuk menganalisis simbol. Teori Pierce ini dinilai lebih jelas dan sesuai jika digunakan untuk menganalisis. Selain itu teori ini juga digunakan sebagai landasan untuk menganalisis makna yang terkandung di dalam dongeng tersebut. Figur raksasa dikenal dalam agama Hindu, Buddha, atau pun lain. Dalam mitologi India, penggambaran rakshasha dibedakan menjadi dua. Pertama, dalam mitologi Hindu, raksasa adalah makhluk jahat atau jiwa yang bersifat jahat. Dalam bahasa Sanskerta, kata raksasa berarti “kekejaman” dan merupakan lawan kata dari raksha (sentosa). Kedua, yaksa atau yaksha (berasal dari bahasa Sanskerta) adalah sejenis makhluk dalam mitologi Hindu, setengah manusia, setengah dewa. Yaksa seringkali dihubungkan dengan raksasa.

Untuk lebih lengkapnya silahkan Download skripsi sastra lengkap dan gratis dilink berikut ini Makna simbol raksasa dalam kumpulan dongeng yang berjudul “ Phantastische Märchen” karya Helga Gebert

 Password: JX3tJELd

 Rujukan: http://www.4skripsi.com/